Langsung ke konten utama

Hubungan Anak, Pendidikan, Agama, Pancasila dan perkembangan zaman

    (Source: Kompas.com)

Sekolah adalah Tempat menuntut ilmu bagi anak bangsa selaku Pelaku Pendidikan. Ilmu adalah segala hal yang didapat dari pemikiran, pembelajaran, usaha dan kesadaran diri untuk menggali potensi dalam diri manusia.
Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu itu adalah dengan mengikuti pendidikan formal di bangku persekolahan baik itu TK, SD, SMP maupun SMA.
Memang tidak perlu bersekolah untuk mendapat ilmu, tetapi dengan Sekolah kita tahu apa fungsi dan tujuan dari Adanya sebuah ilmu.
Dalam Pasal 31 UUD 1945 ayat 1 berbunyi, "Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan". Salah satu tujuan Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI) yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Jelas sekali Hal itu sungguh mencerminkan betapa besarnya Cita-cita luhur untuk Memajukan pendidikan bangsa.
Dalam dunia pendidikan tidak jauh dari yang namanya pendidikan anak. Pendidikan anak bertujuan untuk menanamkan pemahaman-pemahaman dasar mengenai Bentuk perilaku positif terhadap sesama baik teman maupun orang tua. Orang tua dalam hal ini berperan penting untuk memberikan ilmu dan pemahaman dasar kepada anak secara informal ( pendidikan dalam Keluarga).

Berbicara tentang hubungan Anak-anak, Agama, Pancasila dengan perkembangan zaman sangat erat. Anak-anak adalah Manusia awam yang perlu dididik kepada hal yang positif dengan harapan nantinya Akan mengamalkan Hal-hal positif tersebut di Waktu yang akan datang.
Salah satu cara untuk Terus mengawal Pengaruh Zaman terhadap Anak adalah dengan cara penanaman Aqidah Islam(Agama) Dan penanaman Adab, moral ataupun budaya yang sesuai dengan Nilai PANCASILA.


   (Source: islam Kaffah)

Aqidah Islam adalah segala bentuk Sifat, pemikiran dan perilaku yang merujuk pada Al-Qur'an dan Al-hadist,
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)

Artinya:

"Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Tabrani).

Sedangkan pendidikan moral merujuk pada Penerapan Nilai PANCASILA, Penerapan Nilai Pancasila Di bangku persekolahan sangatlah amat penting karena Pancasila adalah ideologi, prinsip dan identitas kehidupan berbangsa /bernegara. Apabila pendidikan Pancasila terus diberikan kepada Anak yang notabenenya adalah pelaku pendidikan maka akan sedikit persentase kegagalan moral, Adab, perilaku maupun budaya sesuai Pancasila.
Maka dari itu pendidikan Aqidah Islam (Agama) dan pendidikan Pancasila saling berkaitan satu sama lain karena sama-sama memperjuangkan Nilai-nilai baik dalam kehidupan sehari-hari. Apabila kedua hal tersebut sudah diterapkan sejak dini maka segala bentuk Pengaruh buruk zaman dan tekhnologi akan mudah dinetralisir lebih-lebih ditepis.
Akhir bahasa tidaklah berguna Apa yang dipelajari tanpa diamalkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu harapan kita sama-sama adalah Mari kita sama-sama membangun negeri ini dengan berlandaskan Agama dan Pancasila.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"PESTA BABI" ANTARA FILM, FAKTA dan KERESAHAN

Kegiatan pelarangan pemutaran film Pesta Babi adalah salah satu topik yang banyak sekali dibahas dalam beberapa waktu terakhir, pelarangan ini dilakukan oleh aparat TNI/POLRI dengan alasan film tersebut memuat narasi yang sensitif, prpvokatif dan berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.  Orientasi Film  Film Pesta babi(2026) adalah jenis film dokumenter yangb dibuat bersama oleh Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, Jubi.Id, Greenpeace dan LBH Papua Merauke. Film ini disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale. film ini bercerita tentang perjuangan masyarakat adat Papua Selatan terutama suku Marind, Yei, Awyu dan Muyu dalam melawan proyek besar pemerintah dan korporasi yang mengubah hutan hutan serta tanah adat mereka menjadi kawasan industri sawit, tebu dan proyek pangan berskala besar. film ini mencoba memperlihatkan kepada masyarakat luas bagaimana cara masyarakat adat tersebut memmpertahankan tanah leluhur mereka dari proyek PEMBABATAN H...

KKN-DIK Internasional (Indonesia-Malaysia) mengadakan kegiatan sosialisasi tentang wawasan Kebhinnekaan global sekaligus pelepasan angkatan ke-4.

  (Penyampaian materi oleh Dr. Sri Rejeki, M.Pd.)                Rombongan KKN-DIK Internasional angkatan ke-4 melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang wawasan global dalam rangka menguatkan pemahaman masyarakat indonesia mengenai kebhinnekaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu (24/12/2022) pukul 20:45 waktu setempat. Kegiatan itu berisi sosialisasi dan tanya jawab yang disampaikan oleh pemateri Dr. Sri Rejeki, M.Pd. selaku dosen pembimbing mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Mataram. Menurut pemateri, wawasan kebhinnekaan adalah sesuatu yang harus dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dimanapun dan kapanpun, karena itu adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap negara. “ wawasan kebhinnekaan adalah pengetahuan tentang apa itu keberagaman dan bagaimana cara kita menyatukan dan menerima berbagai macam kultur yang berbeda dengan kita ”, ujar pemateri. (Sambutan dari dosen pembimbing Universitas Mu...

Hari ke-4 mengajar, Mahasiswa KKN-DIK INTERNASIONAL Mengajar Pendidikan Agama Islam

         (Kelas 3-4)                (Kelas 5) Mahasiswa KKN-DIK INTERNASIONAL yang tergabung dari Universitas Muhammadiyah Mataram dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang Kembali bertugas mengajar Di Sanggar bimbingan KAMUS GOMBAK Utara . Dalam Hal ini terdapat 2 kelas yang diajar oleh mahasiswa KKN yaitu kelas 3-4 dan kelas 5. Di kelas 3-4 diajar oleh M.Sabiq aththoillah(UM Ponorogo) dan Alam Maulana (UM Mataram), Sedangkan di kelas 5 diajarkan oleh Iman Yulianto(UM Ponorogo). " Saat jam pertama di kelas 3-4 ini yang hadir 5 siswa dan 1 siswa tidak hadir tanpa keterangan ", ujar Sabiq aththoillah.  Jam pelajaran pertama yang diajarkan hari ini(jumat, 02 Desember 2022) adalah pelajaran Pendidikan Agama islam , yang diajarkan pun adalah Doa Qunut dan cara penulisan huruf Hijaiyah yang baik dan benar.  " Tujuan dari belajar Doa Qunut dan Penulisan Huruf Hijaiyah ini adalah untuk memperlancar Baik Bacaan doa Qu...